🔴 Peristiwa Hotel Oranje Surabaya
September 1945 arek-arek Surabaya sudah mulai curiga adanya upaya Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Mereka mulai menaruh curiga ketika pihak Belanda mengibarkan bendera triwarnanya di Hotel Oranje.
Biang keladi yang membuat suasana jadi panas itu adalah pria bernama Mr. W.V.Ch Ploegman dan Spit.Tanpa alsan yang jelas, mereka mengibarkan bendera negaranya di atas Hotel Oranje, yang tentu saja tanpa izin dari pemerintah Indonesia.
Bendera Belanda yg berkibar seolah mencoba mengukur hasrat rakyat yang tidak senang melihat lambaian bendera itu.
Beberapa orang opsir sekutu yang tinggal di hotel itu, berdiri di ruangan atas di bawah bendera Belanda itu. Namun, peluru batu yang dilempar oleh rakyat memaksa mereka untuk mencari perlindungan. Rakyat terus mendesak maju, suara tembakan terdengar.
Rakyat pun semakin marah dan perkelahian tak dapat terhindarkan. Tinju lawan tinju, lempar lawan lempar. Golok, pedang, dan senjata rakyat yang mereka bawa mulai digunakan. Beberapa pemuda kemudian menerobos masuk ke dalam ruangan hotel
Si tiga warna tujuan mereka. Seorang berhasil memanjat atap hotel, tetapi tiba-tiba jatuh terpelanting karena pukulan seorang Belanda dari belakang. Seorang jatuh, lainnya segera menggantikan.
Naiklah beberapa buah tangga yang memdahkan para pemuda Indonesia menyelesaikan pekerjaan. Bendera tersebut segera ditarik turun. Melihat itu, hati Bung Tomo berdebar penuh kebanggaan.
Sedetik kemudian, ternyata pemuda yang berada di atap itu telah menyobek kain berwarna biru yang melekat di bendera tiga warna itu. Perobekan yang membuat bendera tri warna itu berubah menjadi dwi warna, yaitu merah-putih.
Perjuangan terus berlanjut hingga puncaknya tanggal 10 November 1945 yang kita kenal sebagai Pertempuran Surabaya, yang akhirnya ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Bung Karno.
🔴 Sumber : republika.com
Posting Komentar untuk " 🔴 Peristiwa Hotel Oranje Surabaya"